Hallo semua para sahabat Trader ,kembali lagi di blog Semua Tentang Forex.
Bagi para trader yang masih baru ,mungkin mengira bahwa semua trader forex adalah sama .Padahal ,terdapat beberapa tipe trader ,khususnya ketika di pandang dari gaya mereka dalam membuat keputusan jual-beli .
Berikut adalah beberapa tipe trader dalam Trading Forex .
Scalper / Scalping Trader
Scalper merupakan sebutan untuk trader yang cenderung mengambil keuntungan kecil tetapi dengan jumlah transaksi yang besar atau banyak.
Seorang scalper dalam sehari dapat 5-10 kali masuk ke market bahkan lebih .Akan tetapi target dari seorang scalper sendiri hanya berkisar antara 10-15 pips dengan resiko/stop loss yang sama besarnya.
Dasar analisa seorang scalper adalah menganalisa pergerakan trend dari mikro grafik atau grafik terkecil dari periode grafik harga ,sebagai contoh seorang scalper biasanya menggunakan timeframe rendah antara 1 menit sampai 15 menit untuk menganalisa market dan mengambil keputusan buy/sell.
Teknik scalper sendiri tidak di anjurkan untuk pemula di karenakan volatilitas dan fluktuasi harga pada timeframe rendah sangat cepat dan tinggi ,sehingga akan mempersulit proses analisa.
Alat bantu/Indikator yang biasa di gunakan oleh para scalper antara lain Moving average (MA) ,MACD ,support and resistance dan berbagai indikator lainnya.
Daytrader / Intraday Trader
DayTrader atau Intraday Trader merupakan istilah untuk seorang trader yang membuka dan menutup posisi nya di hari yang sama .Selain melakukan transaksi secara harian ,seorang daytrader tidak jarang menahan posisi nya berhari-hari sampai target nya tercapai.
Dasar analisa yang di gunakan oleh seorang daytrader yaitu analisa Teknikal dan analisa Fundamental. Kedua analisa ini sangat di pertimbangkan dalam pengambilan keputusan seorang daytrader .Target untuk seorang daytrader sendiri berkisar antara 50-100 pips per transaksi.
Timeframe yang di gunakan seorang daytrader antara 30 menit sampai 1 hari ,untuk menganalisa dan mengambil keputusan buy/sell .Stop loss seorang daytrader sendiri tidak sembarangan ,mereka biasanya menyesuaikan level stop loss dengan manajemen keuangan yang mereka terapkan .Sebagai contoh risk/reward 1:2 ,misalnya mereka memasang stop loss 50 pips dan target profit nya adalah 100 pips.
Swing Trader
Nah yang terakhir adalah tipe trader Swing trader atau Trader jangka panjang .Seorang swing trader biasanya membuka posisi untuk target jangka panjang ,mereka biasanya menahan posisi nya berminggu-minggu bahkan sampai berbulan-bulan lamanya dan untuk target mereka biasanya berkisar antara 300 pips ke atas pada setiap transaksinya .
Dasar analisa seorang swingtrader sendiri adalah analisa fundamental (kadang di padukan sedikit analisa teknikal) ,misalnya suatu negara di isukan akan menaikan tingkat suku bunga nya dalam 3 minggu ,maka seorang swingtrader akan melakukan open posisi buy pada mata uang tersebut sejak dini dengan berharap ada ayunan harga (swing) terhadap posisinya.
Seorang swingtrader biasanya tidak memperhatikan berita fundamental yang sifat/dampak nya kecil ,mereka selalu mencari berita forex yang berdampak besar dan kuat pada posisi trading nya .
Cara kerja swingtrader sebenarnya hampir sama dengan day trader ,yaitu menganalisa pergerakan harga pada timeframe besar dan mengeksekusi pada timeframe yang lebih kecil .Akan tetapi seorang swingtrader biasanya menganalisa market pada timeframe yang skala nya lebih besar dari daytrader ,misal timeframe weekly ,monthly dan daily untuk eksekusi .
Jadi ,kalian tipe trader yang mana ? 😁
Demikianlah beberapa informasi mengenai tipe-tipe trader dalam trading forex .Semoga artikel ini bermanfaat dan membantu kalian ,jika kalian menyukai artikel ini silahkan tinggalkan Like ,comment and share .Terimakasih dan sampai jumpa di artikell-artikel menarik lain nya .😊
Tidak ada komentar:
Posting Komentar