Pengikut

Jumat, 14 Agustus 2020

Indikator Moving Average


Hallo semua sobat Trader ,kembali lagi di blog Semua Tentang Forex.

Pada artikel kali ini ,kita akan membahas salah satu indikator atau alat bantu yang sangat populer di kalangan para trader ,yaitu Moving Average (MA). Perlu di ketahui ,indikator disini hanya berperan sebagai alat bantu untuk mengenali potensi pergerakan harga ,bukan alat yang bisa meramal masa depan.

Fungsi indikator moving average adalah untuk membantu trader mengenali sebuah trend .Ada 2 macam indikator moving average yaitu ,Simple moving average (SMA) dan Exponential moving average (EMA).

Perbedaan dari kedua jenis moving average ini adalah ,Simple moving average (SMA) pergerakan yang di hasilkan lambat ,akan tetapi sinyal yang di hasilkan cukup akurat .Sementara untuk Exponential moving average (EMA) pergerakan yang di hasilkan cepat ,akan tetapi sinyal yang di hasilkan kurang akurat .Jika kalian tipe trader yang ingin mendapatkan sinyal lebih akurat ,menggunakan Simple moving average (SMA) adalah cara yang terbaik ,sementara jika kalian tipe trader yang tidak ingin ketinggalan momen ,Exponential moving average (EMA) adalah salah satu teknik yang terbaik.


- Simple moving average (SMA)

Simple moving average menjadi salah satu indikator sederhana yang banyak di gunakan oleh para trader .Meskipun sederhana ,SMA memiliki kemampuan yang baik jika di sertai dengan penggunaan yang tepat karena dapat membantu anda mengenali sebuah trend dengan baik.

Berikut akan kami jelaskan mengenai perhitungan SMA .Jika anda menggunakan SMA 50 pada grafik 1 jam ,maka SMA 50 yang anda lihat adalah penjumlahan 50 harga penutupan terakhir dan kemudian hasil penjumlahan tersebut di bagi 50 .Dengan demikian anda memiliki rata-rata harga penutupan selama 50 jam terakhir.

Dengan adanya perhitungan simpel ini ,setidaknya anda medapatkan gambaran dan memiliki dasar yang kuat jika anda ingin memodifikasi Simple moving average ini sesuai dengan strategi yang anda miliki .Adapun hal lain yang perlu kalian ketahui adalah moving average disini berperan untuk memperhalus pergerakan harga .Semakin besar periode moving average yang di gunakan ,maka semakin bagus pula Moving average yang di hasilkan.

Berikut adalah contoh perbandingan antara SMA 20 dan SMA 50.


Pada gambar di atas ,SMA 20 memiliki periode lebih pendek dan lebih cepat bereaksi terhadap pergerakan harga di bandingkan dengan SMA 50 yang cenderung lebih lama bereaksi terhadap pergerakan harga.


- Exponential moving average (EMA)

EMA merupakan jenis moving average yang menempatkan bobot lebih besar dan signifikan pada titik data terbaru .Dimana efek yang terjadi adalah EMA cenderung lebih sensitif terhadap pergerakan harga ,sehingga EMA bergerak sedikit lebih agresif di bandingkan SMA.

Berikut gambaran tentang EMA ,


Gambar di atas memperlihatkan EMA dan SMA di grafik yang sama dan periode yang sama yaitu 50 .Perbedaan nya ,EMA memberikan bobot yang lebih tinggi utuk harga baru ,sementara SMA memberikan bobot yang sama untuk semua nilai.


Jika kalian merupakan tipe trader yang agresif dan ingin mendapatkan reaksi pergerakan harga dengan cepat ,maka EMA adalah pilihan yang tepat .Dengan menggunakan tools EMA ,anda akan mendapatkan bantuan untuk menangkap peluang lebih cepat di bandingkan SMA .Dengan demikian peluang profit yang di dapatkan tentu lebih besar ,namun perlu di perhatikan kalian bisa saja terjebak oleh fake signal (sinyal palsu) yang di berikan oleh EMA pada satu waktu 

Jika di bandingkan dengan SMA ,kalian akan mendapatkan reaksi lebih lambat pada pergerakan harga daripada EMA .Dengan demikian peluang yang di berikan pun akan lebih sedikit dan bisa saja pada satu waktu kalian ketinggalan momen terbaik untuk mengambil posisi .Namun kalian tidak akan mudah terjebak oleh fake signal (sinyal palsu).

Setiap indikator tentu saja memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing ,oleh karena itu jangan sampai salah memilih indikator yang sesuai ciri khas kalian sebagai trader.


Demikianlah beberapa informasi yang dapat kami sampaikan mengenai indikator moving average .Semoga artikel ini bermanfaat dan membantu kalian ,jangan lupa Follow ,comment and share .Terimakasih dan sampai jumpa di artikel-artikel menarik lain nya 😊.

Senin, 10 Agustus 2020

Analisa Trading Forex menggunakan metode Price Action


Hallo semua sobat Trader ,kembali lagi di blog Semua Tentang Forex.

Metode Price action merupakan teknik yang di lakukan oleh seorang trader untuk mengamati struktur market atau pola pergerakan harga apa ada nya di chart ,jadi teknik ini tidak bergantung pada sebuah indikator apapun .Metode price action ini cukup banyak di gunakan oleh para trader ,kemudahan serta probabilitas yang cukup tinggi adalah alasan banyaknya trader yang menggunakan teknik ini.

Beberapa hal-hal yang perlu di perhatikan dalam menggunakan teknik ini antara lain ,menentukan sebuah trend ,menentukan area support and resistance ,melihat pola candlestick dan lain sebagainya .Berikut akan kami jelaskan mengenai beberapa hal penting yang harus di lakukan dalam menggunakan metode Price action .


- Menentukan sebuah Trend 

Dalam metode Price action ,seorang trader dalam menentukan sebuah trend biasanya hanya menggunakan garis Trendline (kadang di padukan dengan indikator Moving average) .Misal saat uptrend penarikan garis trendline yang bagus ,minimal harus menyentuh 2 titik higher low.


Setelah menentukan trendline ,trader biasanya akan menunggu harga bergerak menuju area trendline kemudian trader akan melihat pola candlestick yang terjadi di area tersebut (lihat lingkaran) untuk menentukan entry atau open posisi nya.


- Menentukan area support dan resistance

Support disini berperan sebagai area yang menahan harga suatu pasangan mata uang agar tidak turun lebih dalam lagi ,sebaliknya Resistance merupakan area yang menahan harga suatu pasangan mata uang agar tidak naik lebih tinggi lagi.

Saat harga mencapai area support ,ada kecenderungan harga akan berbalik arah menjadi naik .Sebaliknya saat harga sudah mencapai area resistance ,ada kecenderungan harga akan berbalik menjadi turun .Ketika harga sudah mencapai area support atau resistance ,seorang trader biasanya akan menunggu konfirmasi melalui candlestick yang terbentuk di area tersebut .


Pada kenyataan nya area support atau resistance yang sudah kita tentukan ,ada kala nya akan ter bereakout/tertembus ,saat harga menembus area support ,peran support akan berubah menjadi resistance ,begitu juga saat harga berhasil menembus resistance ,peran resistance akan berubah menjadi support ,kemudan harga akan mencari area support atau resistance yang baru .Ini mengapa trader benar-benar harus memperhatikan pola pergerakan harga saat sudah di area support atau resistance itu sendiri.


- Melihat pola candlestick

Ini merupakan bagian terakhir atau hal terakhir yang di lakukan saat menggunakan teknik price action .Melihat pola candlestick yang terbentuk di area trendline atau support and resistance adalah hal yang wajib di perhatikan oleh trader.


Sebagai contoh ,saat harga sudah mencapai area-area tersebut ,kemudian ada candlestick reversal (pembalikan arah) misal doji ,hammer ,shooting star dan lainnya ,barulah trader akan melakukan entry atau open posisi .Namun jika harga sudah mencapai area-area yang sudah kita tentukan dan tidak ada tanda-tanda reversal ,trader lebih di sarankan untuk menunggu.


Walaupun metode price action disini terlihat mudah ,dalam prakteknya sendiri seorang trader harus benar-benar memperhatikan pola pergerakan harga yang terjadi ,timeframe yang di gunakan pun juga perlu di perhatikan .Kuncinya adalah trader di sarankan untuk benar-benar menunggu momen yang bagus untuk melakukan entry .Alangkah baiknya perbanyak latihan metode price action ini menggunakan akun demo ,sebelum kalian terjun ke akun real.

Demikianlah beberapa informasi mengenai metode Price action dalam trading forex .Semoga artikel ini bermanfaat dan membantu kalian ,jangan lupa Follow ,comment and share .Terimakasih dan sampai jumpa di artikel-artikel menarik lain nya 😊.

Sabtu, 08 Agustus 2020

Mengenal Pola Candlestick

 

Hallo semua sobat trader ,kembali lagi di blog Semua Tentang Forex.

Tahukah kalian ,bahwa pola candlestick disini sangat berperan penting dalam trading forex .Pada intinya ,pola candlestick disini digunakan untuk mengetahui seberapa besar kekuatan buyer (pembeli) dan seller (penjual)

Pada umumnya pola candlestick di bagi menjadi 3 jenis ,yaitu Single candlestick pattern ,double candlestcik pattern dan Triple candlestick pattern .Perbedaan dari ketiga jenis candlestick ini adalah jumlah candle yang di jadikan konfirmasi kemana arah harga selanjutnya akan bergerak.

Dari ketiga jenis candlestick pattern ini kemudian di bagi menjadi beberapa tipe candle ,yaitu

- single candlestick pattern ,misal Marubozu ,long candle ,spinning top ,doji ,hammer and hanging man ,inverted hammer and shooting star dan lain sebagainya

- double candlestick pattern ,misal Bullish/bearish engulfing ,harami ,dark cloud cover and piercing line ,tweezer dan lain sebagainya 

- triple candlestick pattern ,misal morning star and evening star ,three white soldiers and three black crows dan lain sebagainya 

Karena banyaknya istilah pola candlestick yang ada ,berikut akan kami berikan sedikit informasi mengenai beberapa pola candlestick yang sering di gunakan oleh para trader .


- Marubozu

Marubozu adalah candlestick yang tidak memiliki shadow (ekor) ,kalaupun ada ,shadow nya sangat pendek sehingga sepintas tidak terlihat .Kemunculan marubozu menandakan bahwa tekanan bullish atau bearish sangat kuat pada periode waktu tersebut 

- Spinning tops

Spinning tops adalah candlestick yang memiliki upper shadow (ekor atas) dan lower shadow (ekor bawah) yang panjang dan memiliki body yang kecil .Kemunculan spinning tops disini menandakan keragu-raguan pasar antara harga akan bergerak bullish atau bearish.

Bila spinning tops di sini muncul di ujung sebuah uptrend ,maka ada kemungkinan harga akan berbalik arah menjadi downtrend ,begitu juga sebaliknya .Maka spinning tops membutuhkan konfirmasi dari candlestick berikutnya agar arah pergerakan harga selanjutnya bisa di perkirakan.

- Doji

Merupakan pola netral ,di butuhkan candle selanjutnya untuk konfirmasi kemana arah harga selanjutnya akan bergerak .Bentuk doji hampir mirip dengan spinning tops ,hanya saja doji tidak memiliki body karena harga open dan harga close sama.

Sama dengan spinning tops ,jika pola doji muncul di ujung sebuah uptrend ,maka kemungkinan harga akan berbalik arah menjadi downtrend ,begitu juga sebaliknya. Ada 4 jenis doji yaitu ,long legged doji ,dragonfly doji ,gravestone doji dan four price doji.

- Hammer and hanging man

Hammer and hanging man merupaka saudara kembar ,kedua nya sama-sama memiliki body yg mungil dan memiliki shadow (ekor) yang panjang .Yang membedakan antara hammer dan hanging man adalah lokasi/letak kemunculan nya .Hammer selalu berlokasi di lembah ,sementara hanging man selalu berada di puncak.

Kemunculan hammer merupakan isyarat atau sinyal bullish ,sementara kemunculan hanging man merupakan isyarat atau sinyal bearish .Akan tetapi tetap lebih di sarankan untuk menunggu candle selanjutnya agar sinyal nya lebih kuat.

- Engulfing pattern

Ada 2 jenis engulfing pattern yaitu Bullish engulfing dan bearish engulfing .Gambar di atas merupakan contoh pola bullish engulfing dan bearish engulfing ,pola engulfing dapat di kenali ketika ada candlestick yang panjang nya melebihi candlestick sebelum nya.

Pola bullish engulfing harus memiliki harga close yang lebih tinggi dari candlestick sebelum nya ,begitu juga pola bearish engulfing harus memiliki harga close yang lebih renda dari candlestick sebelum nya.

- Morning star and evening star

Morning and evening star merupakan jenis Triple candlestick pattern ,pola ini populer karena kemunculan nya biasa nya di ikuti oleh koreksi yang lebih panjang dari pada pola-pola yang lain.

Morning star merupakan indikasi atau sinyal bullish ,sementara evening star merupakan indikasi atau sinyal bearish 


Sebenarnya masih banyak pola-pola candlestick dalam forex ,pembahasan pola candlestick di atas hanya membahas pola candlestick yang sering muncul dan yang populer di kalangan trader forex .Satu hal lagi yang perlu di ingat ,penggunaan timeframe dalam melihat pola-pola di atas juga sangat berpengaruh ,kami sarankan gunakan timeframe 1H ke atas untuk menghindari pola-pola fake.

Demikianlah beberapa informasi mengenai pola candlestick .Semoga artikel ini bermanfaat dan membantu kalian dalam ber trading .Jangan lupan Follow ,comment and share .Terimakasih dan sampai jumpa di artikel-artikel menarik lain nya 😊.

Rabu, 05 Agustus 2020

Analisa dalam Trading Forex




Hallo semua sobat Trader ,kembali lagi di blog Semua Tentang Forex.

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai analisa dalam trading forex .Analisa dalam trading forex di sini dapat di artikan sebagai teknik/cara yang di lakukan trader untuk mengidentifkasi pergerakan suatu mata uang (bullish ,bearish atau sideways) ,selanjutnya trader akan menentukan open posisi buy/sell setelah menganalisa pair tersebut.

Pada umum nya ada 2 macam analisa yang biasa di gunakan oleh kebanyakan trader ,yaitu Analisa Teknikal dan Analisa Fundamental .Tentunya kedua analisa ini dapat di padukan satu sama lain .Di bawah ini akan kami jelaskan sedikit mengenai pengertian dari kedua analisa tersebut.


1. Analisa Teknikal 

Analisa teknikal merupakan salah satu teknik yang sangat banyak di gunakan oleh para trader untuk menganlisa market .Faktor kemudahan serta probabilitas menggunakan teknik ini, adalah salah satu alasan banyak nya trader yang menggunakan nya.

Dasar analisa teknikal sendiri adalah memperkirakan arah pergerakan harga selanjutnya ,dengan mempelajari data harga sebelumnya yang telah terbentuk di atas chart .Salah satu teknik yang banyak di gunakan antara lain ,Garis Trendline ,support and resistance serta indikator-indikator yang ada di aplikasi trading .

Untuk detail dari teknik-teknik di atas akan kami jelaskan di artikel-artikel selanjutnya .


2. Analisa Fundamental 

Untuk analisa fundamental sendiri ,seorang trader yang menggunakan teknik ini lebih menitikberatkan pada faktor-faktor ekonomi yang dapat mempengaruhi pergerakan harga .Dengan analisa fundamental ,investor mencoba untuk menangkap peluang yang mungkin akan muncul dari data-data dan berita faktor-faktor ekonomi tersebut.

Karena sifat dari analisa fundamental bukan hanya melihat grafik saja ,namun melihat ekonomi secara global ,maka analisa fundamental juga lebih cocok di terapkan dalam jangka waktu transaksi yang panjang (long term)



Seperti yang sudah di sampaikan di atas ,kedua analisa ini dapat di padukan antara yang satu dengan yang lain nya .Saat seorang trader menggunakan analisa teknikal sebagai acuan ,di sarankan tidak mengabaikan berita-berita ekonomi atau news yang akan datang ,begitu juga sebaliknya .

Demikianlah sedikit informasi mengenai analisa dalam trading forex .Semoga artikel ini bermanfaat dan membantu kalian .Jangan lupa Follow ,comment and share .Terimakasih dan sampai jumpa di artikel-artikel menarik lain nya 😊.

Mengenal Trend dalam Trading Forex



Hallo semua sobat Trader ,kembali lagi di blog Semua Tentang Forex.

Trend dalam forex bisa di artikan sebagai suatu kondisi dimana terdapat satu jenis pergerakan yang mendominasi chart atau harga suatu pasangan mata uang .Dalam trading forex sendiri ,trend di bagi menjadi 3 macam yaitu ,Bullish (Trend naik) ,Bearish (Trend turun) dan Sideways (Trend mendatar).

Perlu di ketahui bahwa setiap saat harga dapat berbalik arah melawan trend yang sedang berlangsung ,sebagai contoh trend awal dari sebuah pair adalah bullish (trend naik) ,kemudian tiba-tiba harga berbalik arah menjadi bearish (trend turun) ,dalam trading forex kondisi seperti ini di nama kan Reversal atau Pembalikan harga .

Untuk mengidentifikasi trend dalam forex dapat di lakukan dengan berbagai cara ,salah satu nya menggunakan garis Trendline ,indikator dan lain sebagai nya. Berikut akan kami berikan beberapa penjelasan mengenai ke tiga trend tersebut .


1. Bullish Trend (Trend naik)

Merupakan kondisi dimana harga cenderung untuk terus bergerak naik .Bullish trend di tandai dengan Higher low yang lebih tinggi dari higher low sebelumnya .

Pada kondisi seperti di atas ,trader dapat memanfaat kan untuk mengambil posisi buy (beli) di area higher low .Tentunya dengan konfirmasi-konfirmasi yang lain .


2. Bearish Trend (Trend turun)

Berkebalikan dengan bullish trend ,bearish trend merupakan kondisi dimana harga cenderung untuk terus bergerak menurun .Bearish trend di tandai dengan Lower high yang lebih rendah dari lower high sebelum nya.
Pada kondisi seperti ini ,trader dapat memanfaatkan untuk melakukan open posisi sell (jual) di area lower high yang terbentuk di area garis trendline.


3. Sideways (Trend mendatar)

Merupakan kondisi dimana harga cenderung bolak-balik dari rentang harga tertentu .Hal ini menunjukan bahwa trader sedang menunggu konfirmasi ataupun market sedang dalam kondisi bingung. Sideways sendiri di tandai dengan high yang kurang lebih sama dengan high sebelumnya dan low juga kurang lebih sama dengan low sebelum nya .
Dalam kondisi market sideways ,trader di sarankan untuk menunggu konfirmasi apakah harga akan menembus high atau menembus low .Saat harga menembus  high kemungkinan untuk bergerak bullish ,begitu juga saat harga berhasil menembus low ,kemungkinan untuk bergerak bearish .



Perlu di ketahui juga dalam melihat kondisi trend suatu market ,timeframe yang di gunakan trader juga sangat berpengaruh .Contoh di timeframe H1 kondisi market dalam keadaan bullish ,namun jika kita melihat di timeframe yang lebih besar ,misal D1 market dalam kondisi bearish .Kondisi seperti ini biasa terjadi ,seorang trader biasa nya akan menunggu pergerakan harga di timeframe H1 mengikuti/searah dengan timeframe D1.

Mengetahui trend yang sedang terjadi sangat penting bagi trader sebelum masuk ke market forex .di karenakan seorang trader di sarankan untuk mengikuti trend yang sedang terjadi (Follow the trend) ,misal saat ini trend sedang bullish ,seorang trader di sarankan mencari entry terbaik untuk buy ,begitu juga sebalik nya .



Demikian lah beberapa informasi mengenai Trend dalam forex .Semoga artikel ini bermanfaat dan membantu kalian .Jangan lupa Like ,comment and share .Terimakasih dan sampai jumpa di artikel-artikel menarik lain nya 😊.

Selasa, 04 Agustus 2020

Tips memilih Broker Forex




Hallo sobat Trader ,kembali lagi di blog Semua Tentang Forex.

Kali ini kita akan membahas mengenai Tips memilih Broker Forex .Broker forex sendiri bisa di artikan sebagai ,jembatan bagi Trader untuk masuk ke Market forex ,karena banyaknya broker forex saat ini tentu nya kalian harus mempertimbangkan memilih broker forex yang Terpercaya ,sesuai dengan kebutuhan kalian dan lain sebagainya.

Berikut kami berikan beberapa tips memilih Broker forex ,

- Perhatikan setiap detail dari broker yang satu dengan yang lain nya ,alangkah baiknya lakukan perbandingan antara beberapa broker sebelum anda mengambil keputusan. Seperti biaya swap ,komisi ,deposit/withdrawl dan lain sebagainya

- Carilah review mengenai broker yang ingin anda pilih .Hal ini juga penting untuk mengetahui seberapa baik reputasi broker di mata para klien nya.

- Pastikan broker yang anda pilih memiliki legalitas dan regulasi yang jelas demi keamanan dan keselamatan investasi dan bisnis anda.

- Jangan mudah tergiur dengan bonus atau promosi yang di berikan oleh broker ,karena pada kenyataan nya untuk mendapatkan bonus atau promosi dari broker tersebut ,kalian perlu memenuhi persyaratan-persyaratan yang tidak mudah.

- Setelah kalian memilih salah satu broker ,alangkah baiknya lakukan test terlebih dahulu dalam kurun waktu 1-3 bulan .Misalnya kecepatan eksekusi ,proses deposit dan withdrawl ,kemudian jangan langsung menaruh modal yang besar ,lakukanlah deposit antara 100 - 500USD dahulu untuk melakukan test keamanan dan kenyamanan pada broker tersebut


Sebenarnya selain poin-poin penting di atas ,kalian juga perlu mempertimbangkan hal lain seperti ,biaya swap ,komisi ,ketentuan spread dan lain nya .Karena setiap broker memiliki ketentuan nya masing-masing .

Semoga beberapa tips di atas dapat membantu kalian sebelum memilih broker forex yang ingin kalian gunakan .Jika kalian menyukai artikel ini dan memiliki pertanyaan ,silahkan tinggalkan Like ,comment and share .Terimakasih dan sampai jumpa di artikel-artikel menarik lain nya .😊

Minggu, 02 Agustus 2020

Perbedaan Trading Forex dengan Trading Saham



Hallo semua sobat Trader ,kembali lagi di blog Semua Tentang Forex.

Pada kesempatan kali ini saya akan sedikit memberikan informasi mengenai perbedaan antara Trading Forex dan Trading Saham .Sama-sama trading memang ada perbedaan nya ya ?Tentu saja ada .Mari kita bahas satu per satu mengenai perbedaan antara Trading Forex dan Trading Saham.


1. Aset yang di perdagangkan

Yang pertama ,aset yang di perdagangkan dalam trading saham adalah surat berharga kepemilikan perusahaan ,sementara dalam trading forex sendiri aset yang di perdagangkan adalah kontrak mata uang suatu negara dengan negara lain nya .Dalam trading forex anda akan melihat perbandingan antara mata uang suatu negara dengan negara lain nya ,sementara dalam trading saham sebuah perusahaan tidak di bandingkan dengan saham perusahaan lain nya.


2. Jumlah aset yang di perdagangkan 

Dalam trading saham jumlah aset yang di perdagangkan lebih dari 10.000 saham perusahaan di seluruh dunia ,sementara dalam trading forex sendiri tidak terlalu banyak aset yang di perdagangkan .Dalam trading forex kita mengenal istilah major pairs ,hanya ada 4 pasangan mata uang major pairs dalam trading forex antara lain EUR/USD , USD/JPY , GBP/USD , USD/CHF .Namun di samping major pair tadi ada juga beberapa pasangan mata uang lain nya yang sering di perdagangkan dalam Trading forex ,tetapi tetap saja tidak sebanyak aset yang di perdagangkan dalam trading saham.

Walaupun aset yang di perdagangkan dalam trading forex lebih sedikit ,tapi sisi positif bagi trader sendiri tidak terlalu pusing untuk memilih aset yang terlalu banyak seperti di trading saham.


3.  Analisa Trader Forex dan Trader Saham

Selanjutnya mengenai analisa yang di lakukan seorang trader forex dan trader saham .Sebenarnya perbedaan analisa dari seorang trader forex dan trader saham tidak jauh berbeda .Akan tetapi ada beberapa hal mendasar yang membedakan cara/teknik analisa dari kedua trader tersebut.

Trader saham akan menganalisa mulai dari data terkecil seperti laporan keuangan perusahaan tersebut ,kemudian sektor yang terkait dengan perusahaan tersebut ,baru kemudian trader saham akan menganalisa kondisi negara .Sementara trader forex tidak perlu menganalisa data perusahaan apapun ,karena perdagangannya langsung terkait dengan mata uang suatu negara ,maka yang harus di analisa adalah kondisi negara yang satu dengan yang lain.


4. Transaksi 

Ini adalah hal mendasar yang paling membedakan antara trading forex dan trading saham .Dalam trading saham ,seorang trader hanya bisa melakukan open posisi buy (beli) .Sementara dalam trading forex ,seorang trader bisa melakukan open posisi dua arah ,buy (beli) dan sell (jual) .Inilah salah satu alasan ,mengapa trading forex pergerakan harga nya memiliki volatilitas yang lebih tinggi di bandingkan dengan trading saham.

Untuk kalian yang menargetkan profit harian ,trading forex adalah pilihan yang tepat .Semantara untuk kalian yang ingin trading dan sifatnya ber investasi jangka panjang ,trading saham adalah salah satu pilihan investasi yang terbaik.



Sebenarnya masih banyak hal-hal yang membedakan antara trading saham dan trading forex .Dari kedua jenis trading ini ,tentu nya masing-masing ada kelebihan dan kekurangan nya .Alangkah baik nya saat kalian bingung ingin masuk ke pasar saham atau pasar forex ,kenali dulu perbedaan antara trading saham dan trading forex ,pahami dahulu segala resiko nya dan lain-lain.


Semoga beberapa informasi ini dapat bermanfaat dan membantu kalian .Jika kalian menyukai artikel ini ,silahkan tinggalkan Like ,comment and share .Terimakasih dan sampai jumpa di artikel-artikel menarik lain nya. 😊

Indikator Moving Average

Hallo semua sobat Trader ,kembali lagi di blog Semua Tentang Forex. Pada artikel kali ini ,kita akan membahas salah satu indikator atau alat...

Pengertian dasar Trading Forex